Rabu Pagi di SDN Gajahmungkur 03: Saat Seluruh Sekolah Berhenti untuk Menulis
Setiap Rabu pagi, suasana di SDN Gajahmungkur 03, Semarang, berubah drastis menjadi sunyi. Seluruh warga sekolah—dari siswa kelas satu hingga kepala sekolah—secara serentak meluangkan waktu selama 30 menit untuk menuangkan pikiran mereka ke dalam tulisan.
Kegiatan ini merupakan inti dari program pembiasaan literasi bertajuk “Gajah Keris” (Gajahmungkur 3 Kreatif Menulis). Tanpa beban tugas ujian atau topik yang diwajibkan, siswa dibebaskan menulis apa saja, mulai dari pengalaman keseharian hingga cerita tentang lingkungan sekitar mereka di Semarang.
Lahir dari Kegelisahan Literasi
Program ini diinisiasi oleh Dian Marta Wijayanti, kepala sekolah dasar termuda di Kota Semarang, pada tahun 2022. Keputusan untuk memulai Gajah Keris lahir dari keresahannya melihat kemampuan siswa yang mampu berbicara dengan baik, namun kesulitan saat harus menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan.
“Literasi bukan sekadar soal bisa membaca atau mengejar nilai ujian. Ini adalah soal membangun kebiasaan berpikir dan mengekspresikan diri,” ujar Dian Marta.
Alih-alih mencari program yang rumit atau menunggu anggaran besar, Dian memilih langkah sederhana: konsistensi. Ia menetapkan setiap Rabu pagi sebagai waktu khusus menulis. Ia bahkan memberikan teladan langsung dengan ikut menulis bersama para siswa, membuktikan bahwa budaya menulis harus dicontohkan, bukan sekadar diperintahkan.
Perubahan Signifikan dalam Dua Tahun
Program yang dimulai dengan modal seadanya ini perlahan membuahkan hasil nyata. Rapor pendidikan SDN Gajahmungkur 03 menunjukkan peningkatan dari warna kuning ke hijau. Secara statistik, nilai rerata kualitas pembelajaran di sekolah tersebut naik dari 62,64 pada tahun 2023 menjadi 68,2 pada tahun 2024.
Namun, bagi Dian, angka-angka tersebut hanyalah pelengkap. Pencapaian sesungguhnya justru terlihat dari antusiasme siswa yang mulai terbiasa mencurahkan isi hati dan pengamatan mereka lewat tulisan. Fenomena ini membuat Dian dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Inspiratif oleh Tribun Jateng dan Tanoto Foundation pada 2023.
Mengubah Kebiasaan Menjadi Budaya
Dian menegaskan bahwa keberhasilan Gajah Keris tidak bergantung pada kondisi yang sempurna atau instruksi dari pihak luar. Menurutnya, inovasi pendidikan bisa berjalan efektif selama ada kemauan dari pemimpin sekolah untuk memulai dari langkah kecil yang disiplin.
“Tujuan akhirnya bukan mencetak penulis hebat, melainkan membentuk kebiasaan menulis pada siswa,” tegasnya.
Tiga puluh menit setiap Rabu pagi kini telah menjelma menjadi fondasi karakter di SDN Gajahmungkur 03. Di sekolah ini, kebiasaan menulis terbukti lebih kuat daripada bakat, membuktikan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali berawal dari aksi kecil yang dilakukan secara terus-menerus.
Sumber Referensi:
- Tribun Jateng (2025). Inovasi Literasi SDN Gajahmungkur 03: Program Gajah Keris.
- Tanoto Foundation (2025). Profil Kepala Sekolah Inspiratif: Dian Marta Wijayanti.




