Science

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung: Pangkas Waktu Tempuh Probolinggo–Besuki

PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah merampungkan konstruksi fisik Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 untuk ruas Gending-Besuki. Proyek sepanjang 49,68 kilometer ini kini tengah memasuki tahap akhir persiapan sebelum dibuka untuk umum.

Pengerjaan fisik ruas tol ini telah mencapai 100 persen sejak April 2026. Saat ini, fokus utama pengelola adalah menuntaskan aspek administratif serta menjalani tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebagai syarat mutlak sebelum operasional jalan tol dimulai.

Efisiensi Waktu Perjalanan

Kehadiran ruas tol baru ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi konektivitas di Jawa Timur. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam melalui jalur arteri, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 15 menit.

Proyek ini terbagi ke dalam tiga seksi pengerjaan:

  • Seksi 1: Gending–Kraksaan (12,88 km)
  • Seksi 2: Kraksaan–Paiton (11,20 km)
  • Seksi 3: Paiton–Besuki (25,60 km)

Fokus pada Operasional

Pembangunan ruas tol ini berjalan di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pihak pengelola berkomitmen untuk segera menuntaskan tahapan administratif agar manfaat efisiensi waktu dan peningkatan kelancaran logistik dari jalan tol ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas dalam waktu dekat.

Sumber Referensi:

  • Konstruksi Media (2026). Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Waktu Tempuh 1 Jam 15 Menit.
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk (2026). Laporan Perkembangan Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Science Technology

Adu Strategi di Piala Dunia 2026: Saat Superkomputer Menantang Intuisi Manusia

Piala Dunia 2026 bukan sekadar panggung bagi 48 tim nasional untuk bertarung di lapangan hijau. Di balik layar, sebuah kompetisi
Environment Science

Mengubah Lahan Gersang Menjadi Lumbung Pangan: Teknik “Bulan Sabit” yang Terlupakan

Sebuah inisiatif penghijauan di wilayah Sahel, Senegal, membuktikan bahwa lahan yang telah dianggap mati selama 40 tahun bisa dihidupkan kembali.