Stay Tuned!

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id="448"]
Uncategorized

Tim Bubur Diaduk vs. Tak Diaduk: Mengulik Hubungan dengan Kecerdasan Emosional

Perdebatan abadi mengenai cara menyantap bubur ayam—diaduk atau tidak diaduk—ternyata pernah memicu ketertarikan akademis yang unik. Sebuah penelitian sempat mengaitkan kebiasaan sederhana ini dengan tingkat kecerdasan emosional (EQ) seseorang, yang memicu ragam reaksi di media sosial.

Perseteruan antara kedua “kubu” ini kembali ramai dibicarakan setelah sebuah unggahan di TikTok mengangkat jurnal ilmiah berjudul “Hubungan Tipe Makan Bubur (Diaduk dan Tidak Diaduk) Terhadap Tingkat Emosional Anggota OSIS SMAI ALAZHAR 8 Summarecon Bekasi”. Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Fun Science Journal pada tahun 2021 ini mencoba membedah apakah cara seseorang menikmati bubur ayam mencerminkan profil emosionalnya.

Hasil Penelitian: Siapa yang Lebih Tinggi EQ-nya?

Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 60 pengurus OSIS di SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi sebagai responden. Berdasarkan data kuesioner yang dikumpulkan selama periode Januari hingga Februari 2021, diperoleh temuan sebagai berikut:

  • Tim Bubur Diaduk: Memiliki rata-rata tingkat kecerdasan emosional sebesar 40,8 persen.
  • Tim Bubur Tidak Diaduk: Memiliki rata-rata tingkat kecerdasan emosional sebesar 42,5 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, responden yang tidak mengaduk bubur cenderung memiliki persentase kecerdasan emosional yang sedikit lebih tinggi. Kendati demikian, para peneliti dan pihak terkait menegaskan bahwa studi ini merupakan penelitian dasar yang bersifat unik dan masih memerlukan riset lanjutan yang lebih luas serta mendalam untuk membuktikan keakuratannya secara ilmiah.

Memahami Kecerdasan Emosional (EQ)

Terlepas dari kontroversi cara makan bubur, kecerdasan emosional (Emotional Intelligence) sendiri merupakan kemampuan untuk merasakan, mengekspresikan, memahami, dan mengelola emosi. Menurut pakar seperti Daniel Goleman, EQ mencakup lima komponen utama:

  1. Kesadaran diri.
  2. Pengendalian diri.
  3. Motivasi.
  4. Empati.
  5. Kemampuan bersosialisasi.

Penelitian ini memang memberikan hiburan sekaligus diskursus ringan bagi publik. Namun, penting untuk diingat bahwa kecerdasan emosional adalah konstruksi kepribadian yang kompleks dan tidak dapat sepenuhnya disimpulkan hanya dari preferensi cara makan seseorang.

Sumber Referensi:

  • Kompas.com (2022). Tim Bubur Diaduk Vs Tak Diaduk, Penelitian Ungkap Beda Kecerdasan Emosional Keduanya.
  • Indonesian Fun Science Journal (2021). Hubungan Tipe Makan Bubur Terhadap Tingkat Emosional.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Uncategorized

Pasca-UNESCO, Tantangan Baru Menjaga Nafas Reyog Ponorogo

Pengakuan UNESCO atas Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi langkah awal bagi pelestarian seni tradisional tersebut. Tantangan sesungguhnya kini