Menelusuri Jejak Sejarah di GPIB Immanuel Malang: Penjaga Dua Alkitab Kuno
Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel di Kota Malang bukan sekadar bangunan ibadah peninggalan era Hindia Belanda yang dibangun pada 1861. Gereja yang berlokasi di Jalan Merdeka Barat ini menyimpan artefak berharga berupa dua Alkitab kuno yang dicetak pada tahun 1618, menjadikannya saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kristen Protestan di Nusantara.
Kedua Alkitab tersebut memiliki karakteristik unik dengan sampul yang terbuat dari kulit domba jantan berwarna cokelat. Pemilihan material kulit domba ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol keagamaan yang lazim digunakan oleh gereja Protestan Belanda pada masa itu. Hingga kini, manuskrip tersebut tersimpan dengan aman di dalam lemari kaca berbahan kayu jati di dalam area gereja.
Warisan Sejarah yang Dilindungi
Usia Alkitab yang telah mencapai lebih dari 400 tahun menjadikannya incaran banyak kolektor barang antik. Bahkan, pihak gereja sempat mendapatkan permintaan dari Perpustakaan Nasional untuk menyimpan Alkitab tersebut di sana. Namun, pihak GPIB Immanuel Malang dengan tegas menolak permintaan tersebut.
“Kami tidak mau, karena ini adalah karakteristik dari gereja Protestan. Ini adalah nilai historis yang menguatkan gereja itu, kita tolak karena kita juga takut diperjualbelikan,” ujar Pendeta Richard Agung Surjahjono.
Selain alasan historis, pihak gereja sangat memperhatikan perawatan Alkitab tersebut dengan menjaga kondisi pencahayaan di dalam lemari kaca agar manuskrip tidak lapuk dimakan usia.
Simbol Identitas Kolonial
Pemerhati Budaya Malang, Agung Buwana, menjelaskan bahwa Alkitab berbahasa Belanda kuno ini dulunya berfungsi sebagai buku induk bagi umat Protestan, khususnya masyarakat Belanda yang bermukim di Hindia Belanda pada masa itu. Mengingat gereja ini dibangun dengan biaya pemerintah Belanda, pada awalnya tempat ibadah ini memang diperuntukkan eksklusif bagi warga Belanda.
Selain dua Alkitab tersebut, GPIB Immanuel Malang juga masih menyimpan berbagai dokumen penting lainnya, termasuk cetak biru (blueprint) arsitektur bangunan gereja yang disusun saat pembangunannya pada tahun 1861. Koleksi-koleksi ini menjadi bukti nyata sejarah panjang gereja yang hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai ikon sejarah Kota Malang.
Sumber Referensi:
- Kompas.com (2022). GPIB Immanuel Malang Menyimpan Dua Alkitab Kuno Berusia Ratusan Tahun.
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang (2022). Profil Bangunan Cagar Budaya GPIB Immanuel.




