Stay Tuned!

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id="448"]
Uncategorized

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung: Pangkas Waktu Tempuh Probolinggo–Besuki

PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah merampungkan konstruksi fisik Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 untuk ruas Gending-Besuki. Proyek sepanjang 49,68 kilometer ini kini tengah memasuki tahap akhir persiapan sebelum dibuka untuk umum.

Pengerjaan fisik ruas tol ini telah mencapai 100 persen sejak April 2026. Saat ini, fokus utama pengelola adalah menuntaskan aspek administratif serta menjalani tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebagai syarat mutlak sebelum operasional jalan tol dimulai.

Efisiensi Waktu Perjalanan

Kehadiran ruas tol baru ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi konektivitas di Jawa Timur. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam melalui jalur arteri, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 15 menit.

Proyek ini terbagi ke dalam tiga seksi pengerjaan:

  • Seksi 1: Gending–Kraksaan (12,88 km)
  • Seksi 2: Kraksaan–Paiton (11,20 km)
  • Seksi 3: Paiton–Besuki (25,60 km)

Fokus pada Operasional

Pembangunan ruas tol ini berjalan di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pihak pengelola berkomitmen untuk segera menuntaskan tahapan administratif agar manfaat efisiensi waktu dan peningkatan kelancaran logistik dari jalan tol ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas dalam waktu dekat.

Sumber Referensi:

  • Konstruksi Media (2026). Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Waktu Tempuh 1 Jam 15 Menit.
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk (2026). Laporan Perkembangan Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Uncategorized

Pasca-UNESCO, Tantangan Baru Menjaga Nafas Reyog Ponorogo

Pengakuan UNESCO atas Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi langkah awal bagi pelestarian seni tradisional tersebut. Tantangan sesungguhnya kini