Andi Sultan Rebut Emas Indonesia Open, Modal Besar Menuju Asian Games 2026
Tampil di hadapan publik sendiri, Andi Sultan Altaf Mirza berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Kemenangan pada nomor Poomsae Freestyle Individual Men Over 17 itu bukan hanya menambah koleksi prestasinya, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Bendera Merah Putih berkibar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, setelah Andi Sultan Altaf Mirza menyelesaikan penampilannya pada final Poomsae Freestyle Individual Men Over 17, Minggu, 2 Agustus 2026. Taekwondoin Indonesia tersebut mengumpulkan skor 8.540 poin dan memastikan medali emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.
Kemenangan tersebut datang pada momentum penting bagi Andi. Beberapa hari sebelumnya, ia baru dipastikan masuk dalam skuad yang dipersiapkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menuju Asian Games 2026. Ia menggantikan Muhammad Rizal yang mengalami cedera dan mendapat tanggung jawab membawa Indonesia pada nomor poomsae putra.
Target Emas yang Akhirnya Terwujud di Jakarta
Sebelum kejuaraan dimulai, Andi sebenarnya sudah memasang target tinggi. Tampil di rumah sendiri membuatnya ingin memberikan hasil maksimal sekaligus menguji kesiapan setelah menjalani rangkaian latihan bersama tim nasional.
“Target saya adalah tampil total, mengeluarkan kemampuan secara maksimal, dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Andi menjelang turnamen.
Target tersebut akhirnya terbayar. Andi tidak hanya naik podium, tetapi berdiri di posisi tertinggi pada salah satu nomor poomsae yang membutuhkan kombinasi teknik, kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan kreativitas gerakan.
Asian Taekwondo Union mencatat nomor poomsae senior pada Indonesia Open berlangsung pada 1–2 Agustus 2026, sebelum kompetisi berlanjut ke nomor kyorugi pada 3–5 Agustus. Kejuaraan tersebut berstatus G2, membuat hasil pertandingan ikut memiliki arti terhadap poin dan posisi atlet dalam persaingan internasional.
Bukan Nama Baru di Poomsae Indonesia
Emas di Jakarta bukan kemunculan pertama Andi Sultan di level kompetitif internasional. Rekam jejaknya sudah terbentuk sejak usia muda, terutama pada nomor freestyle poomsae.
Pada 2021, Andi mempersembahkan emas bagi Indonesia dalam World Taekwondo Poomsae Open Challenge Final kategori freestyle male cadet. Ia mencatat skor 6.220 dan mengungguli wakil Iran, M. Habibzadeh.
Perjalanannya kemudian berlanjut hingga meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Poomsae 2022 di Korea Selatan. Pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024, Andi kembali menunjukkan kekuatannya dengan merebut emas freestyle poomsae individu putra. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan PBTI melihatnya sebagai opsi kuat ketika harus melakukan perubahan susunan atlet menjelang Asian Games.
Kebutuhan Indonesia di Asian Games kali ini memang cukup spesifik. Nomor poomsae individu akan menuntut atlet menguasai recognized poomsae sekaligus freestyle poomsae. Kombinasi kemampuan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama di balik pemilihan Andi.
Indonesia Open Menjadi Ujian Sebelum Asian Games
Indonesia Open 2026 tidak hanya dibangun sebagai turnamen untuk mengejar medali. PBTI menjadikannya bagian dari rangkaian persiapan atlet menuju kompetisi yang lebih besar.
Kejuaraan di Jakarta menghadirkan ratusan atlet dari puluhan negara. ANTARA mencatat sebanyak 478 atlet dari 36 negara berpartisipasi, memberikan kesempatan bagi atlet Indonesia merasakan kompetisi internasional tanpa harus selalu menjalani uji coba di luar negeri.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian menilai semakin sering atlet Indonesia menghadapi lawan internasional, semakin besar pula kesempatan mereka mengembangkan kemampuan membaca pertandingan dan mental kompetisi.
“Makin sering atlet menghadapi lawan-lawan terbaik dunia, makin cepat terbentuk mental juara,” kata Rafael.
Indonesia Open sendiri bukan satu-satunya pemberhentian. PBTI merancang rangkaian uji coba yang membawa atlet ke Spanyol, Korea Selatan, Inggris, Indonesia, hingga Vietnam. Program tersebut bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga memperbaiki posisi unggulan menjelang Asian Games.
Dari Pengganti Menjadi Salah Satu Harapan Indonesia
Masuknya Andi ke skuad Asian Games terjadi dalam situasi yang tidak sepenuhnya direncanakan. Muhammad Rizal sebelumnya menjadi atlet yang dipersiapkan pada nomor poomsae, tetapi cedera memaksa tim melakukan evaluasi.
PBTI kemudian memilih Andi karena kemampuannya pada dua karakter poomsae yang akan dipertandingkan. Dengan waktu menuju Asian Games yang semakin pendek, ia harus mengubah status dari atlet pengganti menjadi salah satu harapan Indonesia untuk bersaing dengan taekwondoin terbaik Asia.
Emas di Jakarta memberikan bukti awal bahwa perubahan tersebut bukan sekadar solusi darurat. Di tengah tekanan tampil di depan publik sendiri, Andi mampu menyelesaikan kompetisi dengan medali tertinggi.
Namun, tantangan berikutnya berada pada level berbeda. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sebelum menuju Jepang, tim nasional masih memiliki agenda uji coba sebagai tahap akhir pematangan teknik dan mental bertanding.
Bagi Andi Sultan, medali emas Indonesia Open akhirnya bukan menjadi garis akhir. Ia justru menjadi penanda bahwa perjalanan yang lebih berat segera dimulai. Dari podium di Senayan, target berikutnya kini mengarah ke Jepang, tempat satu penampilan dapat menentukan seberapa jauh namanya melangkah dalam peta taekwondo Asia.
Sumber Referensi:
- ANTARA News (2026). Andi Sultan Raih Medali Emas Asian Taekwondo Indonesia Open Championships.
- ANTARA News (2026). Taekwondoin Andi Sultan Gantikan Rizal Menuju Asian Games 2026.
- ANTARA News (2026). PBTI Bawa Atmosfer Taekwondo Dunia ke Jakarta.
- Asian Taekwondo Union (2026). 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships.
- RRI (2026). Liputan persiapan atlet Indonesia menjelang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.





