Social

MAUWH Tambakberas Jombang Disulap Jadi Hunian Nyaman Layaknya Hotel Sambut Peserta Muktamar NU

Madrasah Aliyah Unggulan KH Wahab Hasbullah (MAUWH) di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, kini tengah bersolek besar-besaran untuk menyambut para peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Pembenahan infrastruktur pendidikan ini dilakukan agar mampu memberikan standar kenyamanan dan fasilitas berkelas layaknya hotel bagi ribuan tamu ulama dari berbagai daerah. Menjelang perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, suasana di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas terasa semakin sibuk dan penuh antisipasi. Sebagai salah satu titik bersejarah yang menjadi pusat perjuangan NU, pesantren ini dipercaya menjadi tuan rumah bagi ribuan peserta yang datang dari penjuru Nusantara.

Untuk memastikan kenyamanan para tamu, gedung berlantai tiga milik MAUWH ditata ulang secara ekstensif, tidak hanya sekadar mengubah ruang kelas menjadi tempat tidur sementara, tetapi juga memastikan setiap sudut fasilitas memenuhi standar pelayanan tamu kehormatan.

Transformasi Fasilitas dan Kelayakan Standar PBNU

Sebagai bangunan yang difungsikan menjadi Tower A penginapan, MAUWH Tambakberas dirancang secara khusus untuk menampung sekitar 190 muktamirin. Berbagai pembenahan fasilitas penunjang terus digenjot tanpa kenal lelah oleh panitia setempat, mulai dari instalasi pendingin ruangan (AC) di setiap kamar, penyediaan jaringan internet nirkabel (Wi-Fi) berkecepatan tinggi, hingga penambahan jumlah toilet bersih untuk memastikan kenyamanan sanitasi para peserta selama beristirahat.

Secara keseluruhan, panitia lokal Tambakberas telah memetakan 314 ruangan yang tersebar di 16 gedung pendidikan berbeda demi mengakomodasi total 3.370 peserta muktamar yang akan hadir. Seluruh fasilitas tersebut telah melalui proses seleksi dan verifikasi ketat guna memastikan kelayakannya dalam menyambut agenda nasional yang sangat krusial ini.

“Seluruh lokasi penginapan tersebut terbagi dalam enam titik strategis di sekitar kompleks pesantren. Kelayakan fasilitas telah dipastikan melalui survei langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” ujar KH. Abdurrozaq Sholeh, atau yang akrab disapa Gus Rozaq, saat menjelaskan kesiapan infrastruktur di lapangan kepada awak media.

Khidmah dan Penghormatan bagi Tamu Mbah Wahab

Lebih dari sekadar kesiapan logistik dan teknis, transformasi ruang belajar menjadi penginapan yang representatif ini dimaknai sebagai bentuk khidmah (pengabdian) mendalam kepada para pendiri NU, khususnya KH Abdul Wahab Hasbullah. Pihak madrasah beserta seluruh panitia berupaya menghadirkan suasana yang memadukan tradisi kebersahajaan pesantren dengan standar pelayanan yang profesional, ramah, dan hangat layaknya hotel berbintang.

Kepala MAUWH Tambakberas, Faizun, menegaskan bahwa pelayanan maksimal ini adalah tanggung jawab moral yang dipegang teguh oleh seluruh elemen institusi dalam menjamu para tokoh persyarikatan. Para pengurus dan santri bahu-membahu menyiapkan segala kebutuhan agar para kiai dan ulama dapat beristirahat dengan tenang di sela-sela agenda sidang muktamar yang padat.

“Para tamu yang hadir dalam Muktamar ini adalah para ulama, kiai, serta tokoh pejuang NU yang merupakan tamu-tamu mulia Mbah Wahab. Oleh karena itu, kami siap memberikan penghormatan dan pelayanan terbaik, mulai dari kelayakan kamar, fasilitas pendukung, hingga kenyamanan lingkungan penginapan,” tegas Faizun.

Sumber Referensi:

  • BeritaJatim.com (2026). MAUWH Tambakberas Jombang Disulap Jadi Hunian Nyaman Layaknya Hotel Sambut Peserta Muktamar NU.
  • Situs Resmi MAUWH Tambakberas (2026). Muktamar ke-35 NU: Siap Jadi Lokasi Penginapan Peserta, MAUWH Berikan Pelayanan Terbaik untuk Tamu Mbah Wahab.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Social

Rabu Pagi di SDN Gajahmungkur 03: Saat Seluruh Sekolah Berhenti untuk Menulis

Setiap Rabu pagi, suasana di SDN Gajahmungkur 03, Semarang, berubah drastis menjadi sunyi. Seluruh warga sekolah—dari siswa kelas satu hingga
Social

Menjejak Madrasah di Ujung Timur: Kisah MI Al-Ma’arif NU Sota

Di titik nol kilometer perbatasan Indonesia-Papua Nugini, sebuah Madrasah Ibtidaiyah berdiri teguh di bawah naungan LP Ma’arif NU. Meski jauh