Science Social

Inovasi Pengolahan Keong Sawah Mahasiswa FTMM UNAIR

Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga (FTMM UNAIR) mengembangkan inovasi pengolahan keong sawah melalui program Desa Binaan 3.0 Team I. Terobosan kreatif ini bertujuan untuk mengubah hama tanaman padi tersebut menjadi produk bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat pedesaan.

Keong sawah selama ini dikenal sebagai organisme pengganggu tanaman yang kerap merugikan para petani di berbagai daerah. Melalui pendekatan teknologi tepat guna, mahasiswa FTMM UNAIR menginisiasi metode pengolahan yang higienis dan terstandar untuk mengalihdayakan keong sawah menjadi produk olahan pangan yang aman dikonsumsi. 

Inovasi ini tidak hanya mengurangi populasi hama secara alami, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber protein hewani yang ekonomis dan mudah didapat. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Airlangga Student Research Group of Nanotechnology (ARGON), tim ini memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam proses pengolahan bionutrient. Ketua Pelaksana, Reyna Rashiva, menjelaskan bahwa cairan organik tersebut dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman pada sistem aeroponik setelah diencerkan sesuai takaran.

Guna mengoptimalkan prosesnya, tim memeperkenalkan inovasi fermentor pintar yang dilengkapi sensor pH mandiri, sistem pengaduk otomatis, serta akses pemantauan dari gawai. “Kehadiran teknologi ini menjaga kestabilan fermentasi sekaligus memudahkan warga mengawasi kondisinya secara berkala.”

Langkah tersebut disempurnakan melalui penerapan metode tanam aeroponik dan peluncuran Biosaka Market untuk mendukung pertanian berkelanjutan. “Biosaka Market dirancang untuk memberdayakan warga lokal dalam memproduksi dan memasarkan bionutrient, sekaligus membuka peluang usaha baru yang memanfaatkan potensi daerah,” tambahnya.

Pemberdayaan Ekonomi Melalui Desa Binaan

Program Desa Binaan 3.0 Team I dirancang sebagai wadah edukasi dan pelatihan bagi warga lokal untuk menguasai seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk akhir. Keterlibatan aktif mahasiswa memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan pendampingan teknis secara menyeluruh sehingga mampu mengelola usaha mandiri yang berkelanjutan. Langkah pemberdayaan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan keluarga petani serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tingkat desa.

Program pengolahan keong sawah ini mendapat apresiasi tinggi sebagai contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. Ke depan, inovasi ini diproyeksikan untuk memperluas jangkauan pasar serta mendapatkan sertifikasi mutu agar produk olahan dapat bersaing secara luas. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa ini sekaligus memperkuat kemandirian pangan lokal serta menciptakan solusi kreatif berbasis potensi daerah.

Sumber Referensi:

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Social

Rabu Pagi di SDN Gajahmungkur 03: Saat Seluruh Sekolah Berhenti untuk Menulis

Setiap Rabu pagi, suasana di SDN Gajahmungkur 03, Semarang, berubah drastis menjadi sunyi. Seluruh warga sekolah—dari siswa kelas satu hingga
Science Technology

Adu Strategi di Piala Dunia 2026: Saat Superkomputer Menantang Intuisi Manusia

Piala Dunia 2026 bukan sekadar panggung bagi 48 tim nasional untuk bertarung di lapangan hijau. Di balik layar, sebuah kompetisi