Environment Technology

ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik untuk Pertanian Lahan Gambut

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melahirkan inovasi ramah lingkungan dengan menciptakan traktor perahu listrik khusus untuk mengatasi tantangan pengolahan lahan pertanian di kawasan gambut. Terobosan teknologi tepat guna ini dirancang untuk membantu para petani mengoptimalkan produktivitas lahan basah secara efisien tanpa merusak ekosistem yang rentan.

Penelitian traktor perahu berbasis listrik ini dipimpin oleh Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT. Traktor ini diklaim mampu memangkas biaya operasional secara signifikan dibandingkan traktor konvensional berbahan bakar fosil. Pengaplikasian sistem elektrifikasi ini menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi guna meningkatkan efisiensi serta produktivitas lahan sawah. 

“Selain itu juga, sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi,” tutur Manajer STP Otomotif ITS itu.

Secara teknis, traktor perahu listrik ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan torsi tinggi guna memenuhi kebutuhan mekanis saat membajak tanah. Kendaraan pertanian ini ditenagai motor listrik berkekuatan 10 kilowatt (kW) serta dilengkapi fitur pendukung seperti sistem display elektronik untuk memantau indikator baterai secara real-time

Menurut Bambang, traktor ini bekerja pada tegangan optimal 72 volt dengan kapasitas baterai sebesar 140 Ampere per hour (Ah) yang mampu beroperasi selama 3 hingga 4 jam. “Jadi, berdasarkan hasil uji coba, secara matematis traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas 1 hektare,” paparnya.

Solusi Mekanisasi Pertanian Lahan Basah

Dilihat dari segi efisiensi dan kepraktisan, pemanfaatan energi listrik dinilai jauh lebih ekonomis serta mudah diakses langsung dari pemukiman warga. Dalam simulasi operasional pada lahan seluas 1 hektar dengan dimensi 100×100 meter, traktor berbilah bajak 1,8 meter ini membutuhkan 56 lintasan dengan akumulasi jarak tempuh 5,6 kilometer. 

Selain hemat biaya, keunggulan mekanis motor listrik juga memberikan akselerasi tenaga yang responsif saat pengolahan tanah dimulai. “Keunggulan lainnya ialah respon torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” terang pakar di bidang teknik pembakaran dan bahan bakar tersebut.

Meski menawarkan efisiensi tinggi serta mobilitas yang fleksibel di jalan raya berkat penggunaan ban karet, inovasi ini masih terus menjalani tahap penyempurnaan dan validasi lapangan. Tim peneliti sempat mengidentifikasi masalah teknis berupa peningkatan suhu berlebih saat dilakukan pengujian langsung di area persawahan.

Sebagai solusinya, tim pengembang memutuskan untuk mengintegrasikan sistem pendingin tambahan guna menjaga performa komponen mesin agar tetap stabil. Integrasi fitur baru ini diharapkan mampu memastikan keandalan traktor listrik saat diterjunkan dalam skala operasional yang lebih luas.

Efisiensi Operasional dan Keunggulan Teknis

Inovasi traktor perahu ini tidak hanya mengandalkan aspek ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan efisiensi kerja yang tinggi bagi para petani lokal. Dengan ditenagai oleh baterai listrik yang dapat diisi ulang, perangkat ini mampu memangkas biaya operasional harian yang biasanya dihabiskan untuk pembelian bahan bakar minyak. Desain lambung perahu yang ergonomis serta sistem kendali yang intuitif memudahkan para petani dalam mengoperasikan alat ini untuk keperluan pembajakan maupun pengangkutan hasil panen di area lahan basah.

Kehadiran traktor perahu listrik karya ITS ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya memperluas pemanfaatan lahan marjinal secara produktif dan berkelanjutan. Universitas bersama instansi terkait terus berupaya menguji coba dan menyempurnakan teknologi ini agar dapat segera diproduksi secara massal dan didistribusikan kepada kelompok tani di berbagai daerah. Inovasi ini sekaligus memperkuat posisi institusi pendidikan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang menjawab tantangan nyata di sektor pertanian nasional.

Sumber Referensi:

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2026). Atasi Pertanian Lahan Gambut, ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik.
  • Pusat Inovasi Teknologi Pertanian ITS (2026). Laporan Pengembangan Mekanisasi Pertanian Lahan Basah.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Technology

Mengubah Layar Ponsel Menjadi Jendela Literasi: Kisah Guru Loa Kulu

Isnaini, seorang guru di SMPN 10 Loa Kulu, Kalimantan Timur, berhasil mendobrak kejenuhan ruang kelas melalui program literasi kreatif berbasis
Science Technology

Adu Strategi di Piala Dunia 2026: Saat Superkomputer Menantang Intuisi Manusia

Piala Dunia 2026 bukan sekadar panggung bagi 48 tim nasional untuk bertarung di lapangan hijau. Di balik layar, sebuah kompetisi