Inovasi Desa Wisata Amerta Pertiwi UNAIR Masuk Empat Besar Generasi Z Bakti BCA
Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menggagas inovasi desa wisata bertajuk Amerta Pertiwi yang sukses menembus jajaran empat besar dalam ajang Generasi Z Bakti BCA. Terobosan kreatif ini dirancang untuk mengangkat potensi lokal pedesaan melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Setelah rangkaian seleksi, bootcamp, hingga babak final yang kompetitif, empat tim terbaik telah terpilih sebagai pemenang program call for proposal mahasiswa yang diselenggarakan Bakti BCA ini. Selanjutnya, para pemenang akan mengimplementasikan gagasan secara langsung di desa wisata binaan Bakti BCA, dengan rincian sebagai berikut:
- Tim Laskar Selasik (UGM) di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung;
- Tim MEGA LESTARI (UNPAD) di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur;
- Tim Amerta Pertiwi (UNAIR) di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo;
- Tim KATALIS (UI) di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.
Kolaborasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Gagasan Desa Wisata Amerta Pertiwi dikembangkan dengan memadukan keindahan alam, kekayaan tradisi lokal, serta prinsip-prinsip pelestarian lingkungan hidup yang terintegrasi. Tim mahasiswa UNAIR merancang cetak biru pengelolaan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada daya tarik estetika, tetapi juga mengedepankan keterlibatan aktif warga setempat sebagai pelaku utama. Melalui konsep ini, wisatawan diajak untuk menikmati pengalaman berwisata yang edukatif sekaligus memberikan dampak positif langsung bagi perekonomian warga desa.
Keberhasilan menembus babak puncak ajang bergengsi nasional ini merupakan hasil dari kerja keras, riset mendalam, serta validasi lapangan yang dilakukan oleh tim mahasiswa lintas disiplin ilmu. Mereka memberikan pendampingan intensif kepada masyarakat desa dalam hal tata kelola kelembagaan, digitalisasi pemasaran pariwisata, serta pengemasan produk-produk UMKM lokal agar memiliki daya saing tinggi. Sinergi yang erat antara akademisi dan warga ini berhasil mengubah potensi tersembunyi desa menjadi destinasi wisata alternatif yang mandiri dan produktif.
Duta Bakti BCA sekaligus panelis Genera-Z Berbakti 2026, Nicholas Saputra berkata, keempat pemenang menawarkan solusi yang patut dinanti implementasinya di desa tujuan masing-masing. “Kami harap seluruh kampus terpilih bisa memetakan persoalan dan menawarkan solusi yang relevan di lapangan. Semoga seluruh pemenang semakin memahami kebutuhan masyarakat ketika sudah berada di lapangan, sehingga dapat menentukan prioritas dan menyempurnakan program masing-masing,” kata Nicholas.
Sebelum berangkat ke desa tujuan, pemenang Genera-Z Berbakti 2026 mengikuti bootcamp untuk mendapatkan pembekalan seperti pemetaan kebutuhan masyarakat, perencanaan program, team building, pengolahan data, hingga pengetahuan tentang health, safety, and environment. Salah satu anggota tim UGM, Fauzyiah, menyebut bootcamp menjadi pengalaman untuk memperkuat kesiapan timnya sebelum terjun langsung ke masyarakat.
“Bootcamp ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengingatkan bahwa sebagai generasi muda kami harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan tetap on track terhadap tujuan yang ingin dicapai,” kata perempuan yang akrab disapa Uzi.
Anggota tim UNAIR, Usamah, menganggap pembekalan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai makna pengabdian. “Kami harus memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat dan membangun perubahan bersama mereka, bukan datang sebagai pihak yang merasa paling tahu. Dari situlah dampak yang berkelanjutan bisa tercipta,” tutur Usamah.
Sumber Referensi:
- Universitas Airlangga (2026). Gagas Inovasi Desa Wisata Amerta Pertiwi, UNAIR Raih Empat Besar Generasi Z Bakti BCA.
- Laporan Prestasi Mahasiswa dan Inovasi Sosial UNAIR (2026). Dokumentasi Kompetisi Nasional Pemberdayaan Masyarakat.





