Cina Klaim Komersialkan Chip Otak, Tantang Dominasi Neuralink
Cina mengklaim telah berhasil melakukan komersialisasi chip otak, menandai babak baru dalam persaingan teknologi antarmuka otak-komputer global yang selama ini didominasi oleh perusahaan seperti Neuralink. Chip otak BCI pertama di dunia dan sukses menerapkannya pada pasien kelumpuhan, menantang Neuralink milik Elon Musk yang masih tertahan di tahap uji klinis.
Cina mencatatkan rekor baru dalam persaingan neuroteknologi global setelah berhasil mengomersialkan dan mengoperasikan perangkat brain-computer interface (BCI) invasif pertama di dunia bernama NEO. Chip berukuran koin yang dikembangkan oleh startup Neuracle Medical Technology ini bekerja secara aman di permukaan luar otak tanpa menembus jaringan saraf untuk membantu memulihkan mobilitas pasien, seperti pada kasus operasi perdana di Rumah Sakit Huashan Shanghai terhadap pasien cedera tulang belakang.
Berada di bawah naungan izin komersial Badan Pengawas Obat dan Makanan Cina (NMPA) sejak Maret, NEO dengan cepat diproduksi secara massal, diadopsi oleh berbagai rumah sakit, serta ditanggung oleh asuransi kesehatan sebagai bentuk komitmen pemerintah Cina dalam memimpin industri masa depan BCI pada 2030.
Perkembangan Teknologi Neuroteknologi Global
Langkah agresif Cina ini secara langsung menantang keberadaan Neuralink milik Elon Musk, yang teknologinya fokus membantu penderita kelumpuhan mengendalikan perangkat digital dan lengan robotik melalui pikiran. Meskipun Neuralink telah menanamkan chip pada puluhan pasien dan berencana memulai produksi massal serta prosedur bedah otomatis pada 2026, seluruh penerapannya di Amerika Serikat sejauh ini masih terbatas pada uji klinis dan belum mengantongi izin komersial penuh dari FDA.
Sebaliknya, kesiapan NEO di pasar komersial beserta rencana IPO Neuracle di papan teknologi Star Market makin memperkuat posisi Cina dalam mengungguli perkembangan teknologi antarmuka otak-komputer secara global.
Tantangan Regulasi dan Etika Medis Masa Depan
Komersialisasi chip otak membuka peluang besar bagi penerapan klinis yang lebih luas, sekaligus memicu persaingan ketat dalam hal inovasi keamanan, efisiensi, dan kenyamanan pengguna. Dibandingkan dengan para pesaingnya, kehadiran teknologi dari Cina ini menawarkan alternatif baru bagi pasar global yang membutuhkan solusi neuroteknologi yang lebih terjangkau dan mudah diakses. Para pengamat industri menilai bahwa persaingan ini akan mempercepat adopsi teknologi medis futuristik dalam satu dekade ke depan.
Di balik antusiasme terhadap komersialisasi chip otak, berbagai pihak tetap menekankan pentingnya pengawasan regulasi serta standar etika yang ketat. Aspek keamanan data neural, privasi pengguna, serta dampak jangka panjang dari penanaman perangkat di dalam tubuh manusia menjadi topik utama yang harus dijawab oleh para pengembang. Sinergi antara inovasi teknologi dan regulasi yang transparan akan menjadi penentu utama dalam memastikan bahwa kemajuan ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kemanusiaan tanpa mengorbankan aspek keselamatan pasien.
Sumber Referensi:
- IniBaru.id (2026). China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralink.
- Laporan Teknologi Neuroteknologi Global (2026). Analisis Perkembangan Antarmuka Otak-Komputer Internasional.





