Stay Tuned!

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id="448"]
Uncategorized

Proyek Strategis Blok Masela Dimulai, Prioritas 60% Produksi Gas untuk Domestik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi mengumumkan dimulainya konstruksi (groundbreaking) proyek gas Lapangan Abadi, Blok Masela. Dalam laporan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan 60% dari total produksi gas untuk kebutuhan dalam negeri, sementara 40% sisanya dialokasikan untuk ekspor.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendorong program hilirisasi industri dan memperkuat ketahanan energi nasional. Pasokan gas domestik tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pupuk, penyediaan energi untuk PLN dan PGN, serta kebutuhan perusahaan swasta guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di daerah.

Investasi Jumbo untuk Ketahanan Energi

Proyek Blok Masela yang terletak di Laut Arafura, sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, merupakan salah satu lapangan gas laut dalam dengan cadangan terbesar di Indonesia. Proyek ini menyerap investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau setara dengan Rp 390 triliun.

Kapasitas produksi yang dihasilkan diproyeksikan sangat besar:

  • LNG: 9,5 juta ton per tahun atau 1.200 MMSCFD.
  • Kondensat: 35.000 barel per hari.
  • Gas Pipa: 150 MMSCFD.

Tonggak Penting Hilirisasi Nasional

Dengan kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract) yang telah diperpanjang hingga tahun 2055, Blok Masela diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi kemandirian energi Indonesia. PT Pupuk Indonesia telah disiapkan untuk mengelola sebagian gas guna mendukung industri hilirisasi, yang diharapkan mampu menciptakan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Proyek ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya alam nasional demi kepentingan rakyat, sekaligus menjadi magnet investasi yang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional secara masif di masa depan.

Sumber Referensi:

  • CNBC Indonesia (2026). Mulai Dibangun, 60% LNG Blok Masela Untuk Kebutuhan Domestik!
  • Kementerian ESDM RI (2026). Laporan Perkembangan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela.

newsantara

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Uncategorized

Pasca-UNESCO, Tantangan Baru Menjaga Nafas Reyog Ponorogo

Pengakuan UNESCO atas Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi langkah awal bagi pelestarian seni tradisional tersebut. Tantangan sesungguhnya kini